Pada Dingin Kita Keramas

telah lama kukenal kamu dari cerita dan berita
telah lama kumimpi kamu dari ilusi dan pengharapan
tetapi kali ini kita berkenalan di usai rinai panjang malam yang binal
yah, ditengah gemuruh cekikikan pengunjung menggeser gemericik airmu
diantara selimut dinginmu yang menyulamku dan membetot sukma
embun kabutmu membuat mataku berjelaga dalam gamang tak karuang
pada pundak dan dingin malammu kembali kukorek-korek
senggama, luka-lukaku yang memang tak pernah berujung
menggigil benar malam ini dalam senyum sumringah para pecinta
seusai mengoyak kegadisan dan keluguan
yang juga berarti mengoyak luka
sebagai perilaku para pendosa

Malino, 25 November 2000

~ oleh Muhammad Syariat Tajuddin di/pada 18 Juli 2009.

Tinggalkan Balasan