Insiden

dengan angkot aku pulang, kepada gadis putih yang berok mini
larut telah mengepak sayap-sayapnya
tangis mengisyaratkan usainya sebuah pertikaian
rambut dan parfum mengisyaratkan sebuah gelitikan
tapi tak tahu malam ini rembulanmu akan rebah dimana
pada pantat basah ditumpahi buih bir
katamu barusan kamu dikeloni
ayo kita pulang ke rumah batinku malam ini
biar pipi ranummu yang basah
kusapu dengan kumisku yang mulai mengeras
seraya menunjukkan kelewang tetuahku
yang membantai di sebuah insiden dini hari
biar hati tak lagi gundah mengurai sejarah, mempetakan masa depan
jangan takut kamu mengangkang sebab hidup butuh ketegasan
bukan mimpi yang abu-abu
pagi sekali kamu pamit yang tersisa hanya buih bir
tumpah di kumisku yang mulai meletih
mengisyaratkan kelewangku telah mengurai sejarah masa lalunya
dengan insiden kecil pembantaian di sebuah dini hari yang menggigil

Makassar, 8 November 2000

~ oleh Muhammad Syariat Tajuddin di/pada 18 Juli 2009.

Satu Tanggapan to “Insiden”

  1. sebuah sajak cermin yang menyentak—

Tinggalkan Balasan