Sekarat
teringat belatimu menghunjam lambungku
teringat nyawaku meregang
ketika darah mengucur dari ususku yang terburai
saat itu hidup tak lagi diharapkan
sebab hidup memang tak lagi berpengharapan
belum tuntas ucapku
seketika parang panjang kau cucupkan ke punggungku
mati aku
sebuah sajak belum tuntas
keburu hitam pekat yang kelam menguasaiku setelah itu
kaku berjelaga
Kandeapi, 14 September 2000

Tinggalkan Balasan