Sekarat

teringat belatimu menghunjam lambungku
teringat nyawaku meregang
ketika darah mengucur dari ususku yang terburai
saat itu hidup tak lagi diharapkan
sebab hidup memang tak lagi berpengharapan
belum tuntas ucapku
seketika parang panjang kau cucupkan ke punggungku
mati aku
sebuah sajak belum tuntas
keburu hitam pekat yang kelam menguasaiku setelah itu
kaku berjelaga

Kandeapi, 14 September 2000

~ oleh Muhammad Syariat Tajuddin di/pada 8 Juli 2009.

Tinggalkan Balasan