Opini Perjalanan
seorang lelaki tertubruk motor di perempatan sinapelan plaza
seorang lelaki di terminal aur kuning digertak tukang asongan
seorang lelaki main gaple di emperan angsa dua
membaca mandar dari atas bus palapa
melintas dibahu jalan lintas sumatera
mengarak-arak bangkai mengarak kebisuan
melongok di jendela pagaruyung mendendangkan kecapi mandar
disana menunggui letih dibalut koran dagangan
menunggui beduk buka di perempatan permindo
mata nanar menatap lembah anai membayangkan baliem
sebab sungai mandar juga mengalir dihati orang sipirok
memainkan saluang, menganyam sarung sutra
manortor irama sahwat kabarkan mistik
dalam tubuh mengalir deras air mandar air kebenaran
walau luka memar mencabik-cabik sumsum otak
dialektika sejarahkah ini ?
entah, sebab hari ini aku ingin tertidur pulas
dipangkuan belati senggamai kekudusan
seperti semerbak kuntum magis perantauan
sebab duka juga mesti ikut memahami
dalam separuh perjalanan waktu
dan di ruang-ruang etalase tak kutemu disana perempuan menyulam resah
di kaki gunung singgalang
meniti ceruk dalam tangkup lirih yang semerbak
sembilui paraunya asam lambung merapi
Pekanbaru, 9-13 Juni 1997

Tinggalkan Balasan